Sabtu, 01 November 2008

DISIPLIN WAKTU

DISIPLIN WAKTU

“Waktu adalah pedang……”, barang siapa tidak bisa mengendalikannya akan terpotong oleh pedang tersebut

Disiplin waktu masih belum menjadi budaya atau kebiasaan masyarakat di Indonesia, sebagai contoh kongkrit apabila ada rapat ataupun pertemuan biasanya antara undangan dengan waktu pelaksanaan terdapat jeda antara setengah sampai satu jam, kebiasaan jam karet ini tentunya sangat merugikan produktifitas baik bagi individu, lembaga maupun secara lebih luas bangsa Indonesia.

Suatu perbedaan penting antara orang-orang sukses dan orang-orang gagal dalam hal waktu adalah bahwa orang-orang sukses menggunakan 80% waktunya untuk kegiatan-kegiatan yang bermakna dan mendukung pencapaian sukses yang dicita-citakannya dan 20% untuk hal-hal lain. Sebaliknya orang-orang kebanyakan dan orang-orang gagal menghabiskan 80% waktunya untuk kegiatan sepele tak bernilai dan tanpa tujuan yang jelas.

Apakah Anda termasuk tipe orang kebanyakan yang suka menghambufkan waktu? Ataukah Anda termasuk kelompok minoritas yang mengerti bagaimana menggunakan waktu untuk kegiatan bermakna? Berapa % dari 24 jam waktu Anda per hari dihambur-kan untuk kegiatan yang sia-sia tak bemilai dan berapa % untuk kegiatan yang bermakna? Ada orang yang separuh waktu hidupnya dihabiskan untuk tidur. Ada yang menggunakan 50% waktu hidupnya untuk mencipta dan memberi nilai bagi banyak orang. Apakah Anda termasuk orang yang suka bermalas-malasan, membuang waktu dengan sia-sia, menunda-nunda, nonton acara tv yang tak ada manfaatnya, ngegosip dengan tetangga. Ataukah Anda termasuk orang yang produktif dan menyadari sepenuhnya ke arah mana Anda melangkah?

Contoh tabel penggunaan waktu.*)

No
Jam
Kegiatan
Prosentase pemakaian waktu
Skoring




















Jumlah Skoring



*) Meskipun sifatnya relative kita bisa secara obyektif mengisi daftar tersebut.

Bila Anda termasuk orang yang suka memboroskan waktu, kini saatnya Anda harus mengambil keputusan untuk mengakhiri kebiasaan buruk itu. Karena kebiasaan memboroskan waktu adalah penyebab utama kegagalan yang paling besar dalam hidup manusia. Segeralah buat program sukses. Tetapkan sebuah tonggak sukses tertinggi sebagai visi hidup Anda. Minimal setiap lima tahun ke depan ada tonggak sukses progresif yang harus Anda capai. Apa yang Anda inginkan? Makna apa yang Anda cari? Bagaimana Anda mengendalikan waktu Anda sebaik-baiknya untuk mengejar sukses. Buatlah perencanaan dan tuangkan di atas kertas supaya Anda bisa mem-visualisasikannya dengan lebih mudah. Ingatlah bahwa

selama seseorang belum menancapkan tonggak sukses sebagai motif kehidupannya maka yang akan terjadi adalah kecenderungan untuk hidup santai tanpa arah dan tujuan yang jelas.
Waktu adalah sekarang bukan kemarin dan bukan besok. Kemarin sudah berlalu. Tidak ada lagi waktu kemarin.Tidak ada sisa waktu kemarin. Yang ada adalah hasil yang diperoleh dari pemanfaatan waktu kemarin. Orangpun tidak bisa meminjam waktu besok untuk dipakai hari ini. Satu-satunya waktu yang bisa Anda gunakan adalah saat ini, sekarang, detik demi detik. Bila tidak diisi dengan kegiatan bermanfaat waktu akan berlalu dan hilang dengan sia-sia. Pastikan setiap detik berlalu dengan makna. Setiap saat dimanapun, kapanpun dan dalam keadaan bagimanapun sadarlah dan bersyukurlah karena Anda masih diberi waktu untuk hidup dan melakukan aktivitas.
Isilah waktu dan aktivitas dengan makna. Hidup adalah setiap tarikan nafas ketika Anda berpikir, ketika Anda berkomunikasi, ketika Anda beraktivitas itulah hidup. Setiap tarikan nafas adalah waktu. Jadi hidup adalah sama dengan perjalanan waktu. Bagaimana seseorang memanfaatkan waktunya itulah cermin kaalitas kehidupannya.

Kelolalah dan pergunakanlah waktu Anda secara cerdas. Menggunakan waktu. secara cerdas berarti memanfaatkan waktu untuk mengerjakan hal-hal yang tepat pada saat yang tepat dan dengan cara yang benar. Bila Anda tidak mengendalikan waktu Anda, maka waktulah yang akan mengendalikan diri Anda. Ingatlah selalu bahwa seluruh hidup Anda ada di dalam waktu. Sukses masa depan sesungguhnya dicapai dalam dimensi waktu saat ini. Artinya bila sekarang seseorang berbuat yang terbaik, melaksana-kan yang terbaik, menggunakan waktu secara cerdas, itulah sesungguhnya benih sukses. Sukses berarti seseorang telah siap bila kesempatan baik itu tiba-tiba datang. Karenanya jangan menunggu. Jangan me-nunda-nunda. Jangan tunda sampai hari esok apa yang dapat Anda kerjakan hari ini. Perbaiki apa yang bisa Anda perbaiki hari ini. Bacalah apa yang bisa Anda baca hari ini.
Sekali lagi buanglah sifat suka menunda-nunda. Menunda sama saja menghamburkan waktu. Itu berarti Anda menyia-nyiakan kehidupan dan Anda akan gagal. Isilah waktu Anda dengan kesibukan. Tapi jangan asal sibuk tanpa arah yang jelas. Carilah kesibukan yang bermakna signifikan. Ingat peran-peran yang Anda mainkan. Memainkan peran membutuhkan waktu. Karenanya pilihlah peran-peran positif dan penuh makna.
Klasifikasikan kegiatan Anda dalam empat perspektif waktu sebagaimana yang dianjurkan Steven Covey dalam bukunya First Thing First: penting dan mendesak, penting tidak mendesak, mendesak tidak penting, tidak penting dan tidak mendesak. Terlalu mahal waktu Anda bila digunakan untuk mengerjakan aktivitas yang tidak bermakna, tidak bernilai yang termasuk dalam katagori tidak penting dan tidak mendesak. Sebaliknya, hidup Anda menjadi stress dan sangat tidak nyaman bila semua kegiatan dikerjakan secara tergesa-gesa karena semua-nya masuk katagori mendesak dan penting. Untuk menghindari dua ektrem ini maka tidak ada jalan lain kecuali Anda menata kembali kegiatan-kegiatan Anda dan merencanakan pembagian kuadran satu, dua dan tiga secara seimbang. Terapkan prinsip ambegpara maarta, dahulukan mana yang patut didahulukan menurut ruang, waktu dan situasi.

Cara seseorang menggunakan waktunya untuk memainkan peran pilihannya memberi petunjuk seperti apa sukses yang ada dalam rencana hidupnya. Coba Anda renungkan perumpamaan ini. Ada sebuah toples yang dapat diisi dengan tiga jenis benda padat dengan tiga ukuran: batu ukuran besar, krikil dan pasir. Bila toples itu diisi dengan pasir semua sampai penuh, maka tidak ada ruang lagi untuk menampung batu dan krikil.Tapi bila toples itu diisi lebih dulu dengan batu ukuran besar maka krikil dan pasir masih bisa diisi pada celah-celah yang masih tersedia. Toples adalah kapasitas berpikir. Batu, krikil dan pasir adalah gagasan-gagasan yang dapat dipikirkan untuk dilakukan. Bila kepala seseorang sudah dipenuhi dengan hal-hal kecil, sepele dan tak bemilai. Maka ia tidak punya waktu lagi memikirkan rencana-rencana besar. Sebaliknya bila pikiran diisi dengan pemikiran besar maka gagasan-gagasan kecil dapat diakomodasikan sebagai perekat dan penguat pemikiran besar. Berpikirlah besar maka seseorang akan memperoleh kemajuan besar. Ingatlah hukum sebab akibat. Apa yang ditanam itulah yang akan dipetik. Pergunakanlah waktu untuk menaman hal-hal yang besar dan ber-makna signifikan sesuai dengan peta perjalanan hidup yang telah dirancang maka hasilnyapun akan besar sesuai yang Anda tanam.

Tidak ada komentar: